FOKUS PADA SISTEM BUKAN SASARAN
Lupakan Sasaran Berfokuslah Pada Sistem
Sumber: https://pin.it/5iCtMS9
Kebiasaan yang masih berlaku sampai sekarang bagi kebanyakan orang yakni mengatakan bahwa cara terbaik untuk meraih apa yang kita inginkan dalam hidup adalah dengan menetapkan dan berfokus pada sasaran-sasaran yang spesifik dan dapat dilaksanakan. Akan tetapi perlu diketahui bahwa sasaran itu tentang hasil yang ingin kita raih dan peroleh, sistem adalah proses yang mengantarkan kita ke hasil-hasil itu. Berikut ini contoh-contohnya dalam kehidupan sehari-hari:
Menurut saya, tentunya ia akan berhasil.
Jadi, apabila diibaratkan: Pada olahraga apa pun pastilah sasarannya dengan memperoleh skor terbaik, tidak mungkin apabila selama pertandingan berlangsung tim menghabiskan waktu untuk melihat papan nilai/score board. Maksudnya bila kita ingin mendapatkan hasil yang baik, lupakan saja sasaran-sasaran yang ada. Sebagai gantinya, berfokuslah pada sistem atau proses dalam meraih sasaran itu.
Apakah sasaran sama sekali tidak berguna?
Tentu saja sasaran itu berguna. Sasaran berguna di dalam menetapkan atau menentukan suatu arah yang akan dituju. Akan tetapi, sistem adalah hal yang paling berguna untuk mempermudah kita untuk meraih atau mencapai arah yang akan dituju tersebut, tentunya ini akan membukakan jalan bagi kita untuk meraih kemajuan.
Fun Fact!
Selain itu, perlu diketahui menurut para ahli dinyatakan bahwa sejumlah masalah-masalah yang dialami oleh individu itu timbul akibat kita sebagai individu tersebut terlalu banyak menghabiskan waktu untuk memikirkan sasaran dan tidak menyediakan waktu yang cukup untuk merancang sistem.
Berikut ini uraian mengenai kekurangan jika kita berfokus pada sasaran bukan pada sistem antara lain, yaitu:
1. Meraih Sasaran Hanya Perubahan Sesaat
Bayangkan ada ruangan yang berantakan dan sasaran Anda ada merapikannya. Bila mendapat tenaga untuk merapikannya, Anda akan memiliki ruangan yang bersih untuk saat ini. Akan tetapi, jika mempertahankan kebiasaan malas dan jorok yang telah menjadikan kamar Anda berantakan, dalam waktu tidak lama Anda akan melihat setumpuk sampah baru dan berharap mendapatkan semburan motivasi lagi untuk merapikan ruangan Anda. Anda akan terus mengejar hasil yang sama karena tidak pernah mengubah sistem di baliknya. Itu artinya Anda mengobati gejala tanpa mengatasi sumber penyebabnya.
Pada dasarnya, meraih sasaran hanya mengubah hidup kita untuk sesaat. Itu kontraintuitif dengan perbaikan. Kita mengira yang perlu diubah adalah hasil, padahal masalah tidak terletak pada hasil. Yang sungguh perlu kita ubah adalah sistem-sistem yang menyebabkan hasil-hasil tersebut. Ketika memecahkan masalah di tingkat hasil, kita hanya memecahkan masalah untuk sementara. Agar dapat menjadi lebih baik, kita perlu memecahkan masalah di tingkat sistem. Benahi masukan maka keluaran akan menjadi benar dengan sendirinya.
2. Sasaran Membatasi Kebahagiaan
Masalah dalam mentalitas yang mendahulukan sasaran adalah ketika seseorang terus menjauhkan diri dari kebahagiaan sampai meraih tonggak sasaran berikutnya. Banyak orang yang terperosok dalam jebakan ini. Lalu, sasaran dapat menciptakan konflik, entah seseorang tersebut meraih sasaran dan sukses atau gagal dan merasa kecewa ada juga yang bahkan secara mental ingin mengurung diri di dalam kebahagiaan yang sempit. Dan tentu saja hal ini adalah hal yang menyesatkan.
Mustahil jalan seseorang sesungguhnya dalam hidup akan tepat sesuai dengan apa yang ada di benaknya ketika menetapkan suatu sasaran. Membatasi kepuasan berdasarkan satu skenario tidaklah masuk akal ketika ada banyak jalan lain yang dapat ditempuh untuk meraih kesuksesan. Ketika seseorang jatuh cinta pada proses, maka ia tidak harus menunggu ketika ingin memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk bahagia. Orang tersebut dapat merasa puas kapan pun ketika sistem sedang berjalan. Dan sistem dapat menjadi kesuksesan dalam berbagai bentuk yang beragam, tidak hanya yang pertama kali yang kita bayangkan.
3. Sasaran Tidak Sesuai dengan Kemajuan Jangka Panjang
Ketika semua kerja keras seseorang difokuskan pada sasaran tertentu, lalu apa yang tersisa untuk mendorong maju orang itu setelah sasaran telah tercapai? Itulah sebabnya banyak orang kembali ke kebiasaan-kebiasaan lama setelah suatu sasaran tercapai.
Pemikiran jangka panjang yang sejati adalah berpikir dengan sedikit sasaran. Orang tidak bicara tentang kesuksesan secara individu. Orang bicara tentang siklus perbaikan yang tiada akhir dan terus menerus yang pada akhirnya, komitmen seseorang terhadap proseslah yang akan menentukan kemajuannya di masa depan nanti.



Komentar
Posting Komentar